Thursday, April 14, 2011

Kiss from my nephew

Mungkin bener ya kata orang, anak kecil itu perasaanya kuat dan tak bisa di bohongi. Dia akan tahu kita benar-benar tulus menyayangi dia apa enggak. Seperti biasa setiap hari Jumat sampai dengan Minggu si kecil Karim berusia 3 (tiga) tahun, pasti dititipkan bundanya di rumah, karena bunda harus tugas sebagai dokter jaga di sebuah klinik.

Satu hari ketika aku sakit demam, si kecil Karim hanya bermain dengan komputer sendirian, sambil menari-nari dan bernyanyi melihat Barney beraksi di dalam adegan sebuah film anak-anak. Bosan bermain komputer dia kembali duduk di sebelahku sambil memperhatikanku yang tidak bergerak dari tidur karena demamku, aku tahu dia sedikit kawatir melihat aku yang hanya diam tertidur tanpa mengajaknya bermain seperti biasa, kemudian ia kembali berlari dan bermain bola dengan pengasuhnya di luar.

Setelah lelah bermain bersama pengasuhnya, ia kembali duduk di sampingku, hembusan nafas dari hidungnya menyadarkan aku, sambil berusaha membuka mata ku lihat dia tersenyum lalu mencium pipiku...cup..., kemudian dia bilang " Dede mo bobo deket Ibu ya..(my Nephew call me Ibu)", sambil terus memperhatikan ku tak lama dengan style bobo nunggingnya dia tertidur pulas didekatku.

Ya ampun...!!! wajah lucunya dan kecupan tulusnya di pipi ku sungguh membuat ku kembali semangat untuk sembuh, agar aku bisa kembali bermain bersamanya. Thanks My Nephew I know u luv me, aku tahu kamu pasti kawatir dan rindu ingin bermain bersamaku kembali, I luv U to Honey...muah..muah...

Sahabat Adalah Kekayaan Yang Sebenarnya

Dimanapun aku berada, kemanapun aku pergi, satu yang terpenting harus aku temui, yaitu kekayaan yang bernama Sahabat.

"Bak...mbak...duduk di sini aja...", Lebih dari sepuluh tahun yang lalu mungkin tak pernah terfikirkan oleh ku kata-kata ini yang akhirnya mengubah segalanya. Seorang teman baru di kelas ku bernama Lucy menyapa dengan lembut mengajak untuk duduk di sebelahnya, dengan gaya yang sedikit jaim (Jaga Image) aku menghampiri dan saling berjabat tangan memperkenalkan diri, sambil berbincang-bincang sedikit mengenai dirinya aku yang saat itu tak terlalu banyak berbicara hanya tersenyum memperhatikan celotehanya. Lucy teman terdekat ku yang telah merubah diri ku yang pendiam jadi bawel, dari aku yang katro jadi gaul he.he.he....

Sepuluh tahun yang lalu kaki-kaki muda kami menyusuri koridor kampus bersama. Terkadang tawa, canda, gosip dan kenakalan menghiasi hari-hari kami. Masi ingat ke jahilan yang Lucy buat ketika motor Arrez salah satu teman yang setia selalu mengantar dan jemput kami ke kampus, di belakang motor tepatnya di plat nomor di tuliskan "Ojeg Langganan", sesampainya di rumah Arrez baru sadar kalau di motornya ada tulisan itu langsung menelpon Lucy sambil marah-marah, tapi bukan lucy namanya kalau gak jail dan ini tak membuat kami benar - benar marah karena ulahnya.

Tak hanya bersamanya, ada beberapa teman lainya yang akhirnya satu per satu dekat dan menjadikan kami sekumpulan anak muda yang menjadi perhatian orang-orang di sekitar kami (maklum dari sekian banyak teman lelaki hanya kami berdua perempuan yang sering berkumpul bersama mereka), ada Jimmy yang Fiktor dan bawel, ada O'ge dengan kaca matanya melorot, ada Andri yang galak, Topan paranormal yang tampil trendy, Yun yang pendiam tapi jago komputer, Tino yang jago english dan programer, Willy yang narsis, Empriet yang cempreng, Bayu yang pelupa dll. (kangeeenn... banget sama kalian...).

Gaya tomboy, tubuh jangkung dan kurus serta T-shirt plus jeans belel gak pernah tertinggal dalam keseharian kami. Pernah ada seorang teman bernama Dedy menggoda kami (aku dan Lucy) dengan sebutan gawang Bola, karena seringnya kami kemana-mana berdua membuat mereka menyebut kami mirip gawang bola alias tiang gawang, "Awass... teriaknya kepada kami...gue mau tendang bola neh jangan deket-deket lo berdua" ucapnya sambil mengoda dengan gayanya yang ingin menendang bola masuk ke arah gawang, serentak kami pun tertawa di buatnya.

Hari demi hari persahabatan pun kian terjalin, tanpa di sadari berkumpul bersama teman-teman merupakan hal terpenting di sela-sela waktu kuliah kami yang berat walau kami berasal dari kelas dan fakultas yang berbeda - beda, nongkrong di warteg yang sama, bolos dari mata kuliah yang membosankan dan jalan-jalan ke bogor (menghirup udara segar), ke kota (pusat penjualan komputer) atau sekedar bermain games di Timezone (wahana permainan) adalah cara kami melampiaskan ke penatan. Maklum stasiun kereta Pondok cina begitu dekat dengan kami sehingga memudahkan kami untuk pergi di sela-sela kepenatan kami karena tugas kampus yang padat.

Sepuluh tahun yang lalu andai saja gedung yang berdiri di akses UI itu bisa berbicara, mungkin dia lebih pandai menceritakan bagaimana har-hari yang kami lalui bersama. Tukang ojeg di sekitar pun tahu karena kami sering terlambat pergi ke kampus, untuk mempercepat waktu kami gunakan ojeg untuk pergi ke kampus, Stasiun kereta api pondok cina adalah saksi kami melepas kepenatan, tak cukup rasanya diungkapkan lewat tulisan.

"Maaf ya..." kata-kata ini pun tak luput dari hari-hari kami dahulu, bukan hanya beradu mulut dan pertikaian biasa, tetapi mencintai orang yang sama pun pernah terjadi di antara kami. Begitu pula cinta dengan teman satu gank, karena gank kami terdiri dari lelaki dan perempuan yang sering melewati waktu bersama, sudah saling mengerti satu dengan yang lain, wajar rasanya bila salah satu atau salah dua dari kami terjalin perasaan yang lebih dari sekedar sahabat. Namun sungguh Allah SWT telah menjaga persahabatan ini hingga bisa mengalahkan pertentangan dan pertikaian yang ada. Perbedaan tidak menjadikan kesulitan yang berarti, namun menjadikan semua itu indah jika kami kenang.

Kini lebih dari sepuluh tahun persahabatan kami terjalin, melangkah bersama, bercerita bersama, berbagi dalam susah dan senang, tingkah iseng dan godaan nakal kami merupakan kenangan indah. Mungkin mereka tak pernah menhitung berapa tahun yang kami lewati bersama dan mungkin mereka juga tak pernah mengingat lagi saat-saat pertama kami bertemu, tetapi aku selalu berharap kisah kami tak akan pernah berakhir karena lebih dari sepuluh tahun kita mengukir kisah yang menurut kalian adalah hal yang kecil dan simple namun berharga buat ku.


Karena Sahabat adalah tempat dimana kita bisa merasa nyaman berada di antaranya, tanpa harus melihat kekurangan dan kelebihan yang di miliki, Karena Sahabat selalu menerima kita apa adanya dan melengkapi sisi kebutuhan jiwa, Karena Sahabat yang membuat perbedaan di antara kami menjadi indah. Teruntuk teman - teman ku di S1 (graduate school). Terima kasih....

Tuesday, March 1, 2011

An unforgettable day (bertemu Michael Baden Powell)

One day I was invited by my friend to come to Malaysia, where the twinning of our schools. In this event attend Michael Baden Powell's grandson of the Robert Baden Powell, Founder of the world Scout,Chief Scout of the world.

It's amaizing day for me, I can take a pictures with him also get a signature on my scout tie. This is a photograph of Michael Boden Powell signature that I got and this is really like a dream for me to meet with the grandson of Robert Baden Powell The Chief scout of the world. He said to me "Sorry this is the best I can do for you" because my tie too slick to write a sign, he feel Sorry about that but I said to him "That's ok Sir..., thank you..."

I give him a brown shawl, as a sign of our memories and he said to me that he was glad to meet a scout from Indonesia and wish go to Indonesia someday to meet all Indonesian scout. In the end when he will go to his car, scarf fell not know where, he tried to find and ask to us. scarves finally found again. I was amazed he was so appreciate our gift, even though he did not know where he fell still looking for the presence scarf until found again .


He call me to take a picture with scouts from Malaysia, and only me the scout from Indonesia at that time. Thank you Mr. Michael Baden Powell and Mrs. Joan Pawell it's amaizing day for me. I'll wait you to come to Jakarta Indonesia...

Saturday, February 26, 2011

Gadis kecil yang mencium pipiku

Akhir 2010 adalah awal kami bertemu, berawal dari undangan sebuah sekolah di Kula Lumpur Malaysia untuk sekolah kami, berangkatlah 10 adik-adik anggota Pramuka bersamaku untuk mengikuti acara tahunan SKTTDI 1 KL Malaysia yaitu Karnival Koko 2010.

Sebelumnya sudah beberapa teman yang saya kenal, melalui jalinan persahabatan di dalam kegiatan Pramuka tahun 2008 mereka datang berkunjung ke Sekolah kami, kemudian berlanjut pada undangan mereka pada acara tahunan tersebut. Kini bertambah lagi sahabat ku, dari yang kecil hingga besar dari yang termuda hingga yang tertua, semua menyambut kedatangan kami dengan meriah.

Malam pertama setelah pagi harinya adik-adik Pramuka menjalani kegiatan berkeliling Kuala Lumpur dan Hutan lindungnya di Bukit Kiara, kami mempersembahkan tarian Jaranan yang berasal dari Jawa. Selesai menari kami pun menyerahkan kuda lumping/kuda kepang kami sebagai tanda persahabatan diantara Pramuka Indonesia dan Pengakap Malaysia khususnya diantara sekolah kami.

Minggu pagi adik-adik di sugukan permainan anak-anak Malaysia dan kegiatan kokurikuler yang ada di sekolahnya, mulai dari Flying fox, bermain dengan ular piaraan, bermain dengan mobil pemadam kebakaran dan tak lupa pak polisi yang ganteng siap memberikan atraksi yang membuat adik-adik tertarik melihatnya. Tak kalah dari teman-teman di KL, kami pun memberikan sebuah atraksi yel..yel...Pramuka. Daffa, Arief, putri, Fikri, Muthary, Nadia, Anwar dan Michelle begitu sigap dan kompak dalam atraksi ini sehingga mendapatkan tepukan tangan yang begitu meriah dari orang-orang yang melihatnya.

Hari berikutnya adik - adik menjalani program Homestay selama 2 Hari 2 Malam di rumah orang tua angkat dan bersekolah bersama saudara angkat. sementara kami yang dewasa mempunyai program sendiri berkeliling Kuala Lumpur.

Rabu pagi hari kami berangkat menuju Lanchang Pahang, mengunjungi teman kami di SK Bolok, di suguhi begitu banyak makanan lezat dan berbagai perlombaan yang mempersatukan kami. Tak ada lagi sungkan, tak ada lagi malu dan tak ada lagi jarak yang memisahkan kami, semua bersama jadi satu bagaikan sahabat dan saudara yang tak terpisahkan. Sore hari setelah lelah bermain kami kembali ke Biodiversity, sebuah lembaga semacam departemen kehutanan yang menangani pelestarian hutan, di sana kami disediakan sebuah wisma yang sederhana namun nyaman.


Pagi harinya kami bersiap berangkat menuju kuala Gandah, sebuah badan Konservasi pelestarian Gajah, bermain dengan gajah, menaikinya hingga berfoto bersama gajah menambah kebahagiaan adik-adik, setelah itu kami pergi menuju sebuah pabrik pengolahan ekspor buah pepaya, mulai dari proses pencucuian hingga barang siap kemas di tunjukan dengan begitu menarik.

Tak beberapa lama kemi pun kembali ke wisma, setelah sejenak beristirahat kami pun berkeliling hutan lindung di Lanchang Pahang menyusuri sungai. Di dalam hutan yang lebat dan mengalirnya sungai yang jernih kami di bagi dalam beberapa kelompok yang terdapat di dalamnya teman-teman dari berbagai negara. kami di tugaskan untuk mencari binatang sungai yang berada dalam daftar yang di berikan. Memang dasar anak-anak walaupun mereka memilki tugas tetap tak lepas dari bermain dan bergurau. Lelah bermain di sungai, kami pun kembali ke wisma untuk beristirahat.

Seakan tak pernah lelah, walau pagi hingga malam hari di penuhi kegiatan, adik-adik tetap semangat menjalaninya dengan penuh senyum. Pagi hari kami kembali ke Kuala lumpur, namun sebelum kembali ke KL kami mampir ke sebuah kebun binatang mungil milik seorang anggota DPR di sana, Deerland namanya. Sang pemilik menceritakan bagaimana dia merawat binatang-binatang koleksinya dengan penuh kasih dan sayang, tibalah kami untuk masuk dan berbaur dengan binatang piaraanya dengan bebas, memberi makan rusa di hutan lepas, berfoto dengan beruang madu dan menyentuhnya tanpa takut, mengendong landak kecil dan banyak kegiatan bersama binatang yang sedikit pun tak membuat adik-adik takut untuk menyentuhnya.

Asik bermain dengan binatang, kami pun kembali menaki bus yang siap mengantar kami menuju Kuala Lumpur. Sesampainya di SKTTDI 1 Kuala Lumpur Malaysia adik-adik di sambut saudara dan orang tua angkat mereka, saat haru pun menyelimuti perjumpaan itu, karena mungkin ini jadi yang terakhir bagi mereka untuk bertemu dengan orang tua angkat dan saudara angkat yang selama ini bersama mereka. Bertukar souvenir, alamat dan saling berpelukan mesra membuat haru suasana.

Setelah beristirahat sambil menyantap hidangan siang, kami pun bersiap menuju bus yang akan membawa kami menuju Airport. Semakin terasa haru saat-saat itu kemudian aku abadikan lewat Handycame yang selalu melekat di leherku, sudut demi sudut sekolah ku abadikan, sesekali aku berucap dalam hati, "Tuhan terima kasih atas berkahMu hari ini, semoga ini kelak menjadi suatu awal yang baik bagi kami" dan tak lupa dalam hatiku pun berkata "Aku Pasti Kembali Sobat...!...Semoga...". kemudian kumasukkan Handycame ke dalam tas khusus camera dan beranjak menuju bus yang akan membawa kami ke Airport, di sesekali aku menyalami mereka satu persatu hingga langkahku terhenti pada seorang gadis kecil yang merentangkan kedua tanganya sambil tersenyum berharap agar aku memeluknya, Seketika aku membungkuk dan memeluknya, kemudian......Cup...Cup...dia menciumi kedua pipi ku... "bye...bye kakak..." ucapnya kemudian. karena di buru oleh waktu dan hanya tinggal aku sendiri yang belum berada di dalam bus, aku tak sempat lagi menanyakan siapa namanya walau batin ini ingin sekali tahu siapa kamu dik...?? di dalam Bus ku rasakan lambaian penuh kasih dari semua sambil berharap suatu hari aku pasti kembali untuk memeluk gadis kecil itu kembali dan menayakan siapa namanya.